Atasi Diare Pada Anak dengan Berikan Air Tajin

Diare adalah salah satu penyakit yang banyak menyerang anak-anak. Hal penting yang harus dilakukan untuk menangani diare ini adalah mengganti cairan tubuh, salah satunya menggunakan air tajin.

“Penanganan diare yang utama adalah melakukan rehidrasi (mengganti cairan) di rumah sebelum dibawa ke dokter, jika tidak ada oralit maka salah satu cara terbaik adalah memberikan air tajin,” ujar Dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam acara Nutrisi pada 1500 Hari Pertama Penting Bagi Kesehatan Anak di Masa Depan, di Restoran Bebek Bengil, Kamis (10/5/2012).

Dr Muzal menuturkan air tajin ini bisa dibikin dengan mencampurkan beras, air, gula dan garam. Caranya 1 sendok makan beras ditambah seperempat sendok teh gula, ujung sendok teh garam dan 1 liter (4 gelas) air. Semua ini dimasak selama 15-30 menit hingga menjadi bubur cair.

“Air tajin ini bukan mengobati, tapi baik untuk mengganti cairan yang keluar akibat buang air besar atau muntah,” ujar Dr Muzal yang juga ahli gastrohepatologi dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI.

Dr Muzal menjelaskan pemberian air tajin ini memang tidak langsung membuat diare mampat atau berhenti, tapi secara perlahan mampu menggantikan cairan tubuh anak yang hilang. Berikan air tajin secara perlahan misalnya selama 1 menit sedikit demi sedikit lalu istirahat 2 menit dan diberikan lagi. Nantinya pemberian air tajin ini ditingkatkan.

“Sekitar 70 persen diare di Jakarta penyebabnya virus jadi nggak perlu obat seperti antibiotik, karena tubuh sendiri yang akan mengeluarkan racun dan toksin dari dalam,” ungkap dokter yang juga anggota IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia).

Dr Muzal menuturkan ada 5 hal yang perlu diperhatikan dalam menangani diare yaitu:

1. Rehidrasi, usahakan untuk segera mengganti cairan tubuh yang hilang atau keluar

2. Nutrisi, usakan anak tetap diberikan nutrisi dan jangan dipuasakan, karena kalau tidak ada nutrisi yang masuk bisa membuat anak makin lemas dan memperburuk kondisinya

3. Pemberian zinc

4. Pemberian antibiotik selektif, dalam hal ini antibiotik hanya diberikan jika diare bukan disebabkan oleh virus, misalnya akibat disentri atau kolera

5. Edukasi.

Sumber detik

About these ads
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: